Alasan Jokowi Geber Pembangunan Infrastruktur di Luar Jawa

Presiden Joko Widodo ungkap alasan kenapa dirinya percepat pembangunan infrastruktur di luar jawa. Jokowi menyebut bahwa alasanya lebih tepat untuk pemerataan pembangunan yang selama ini masih jauh tertinggal.

Jokowi juga menepis anggapan bahwa peercepatan pembangunan di luar jawa adalah urusan bisnis apalagi hanya untuk pencitraan dan mendulang suara di Pilpres 2019. Hal ini diungkapkan presiden Joko Widodo dihadapan para pengusaha dan investor di perayaan HUT Kadin ke-50 beberapa hari yang lalu.

“Mengelola negara sebesar ini tidak gampang. Kalau cara berpikir kita masih berhubungan dengan return, apalagi orang ekonomi, return ekonomi dan return politik, ya pembangunannya di Jawa,” kata Jokowi di Hotel Ritz Carlton, Senin (25/9/2018).

“Kalau mau hitung-hitungan return politik bangun saja di Jawa. Hitungan orang ekonomi juga sama bangun di Jawa saja tapi Indonesia bukan jawa saja, Indonesia miliki 17.000 pulau. Saya lihatnya ketimpangan infrastruktur jurangnya lebar sekali,” ujar Jokowi.

Presiden Joko Widodo juga menyebutkan Indoensia sebagai Negara dengan hampir lebih dari 17.000 pulau yang tersebar dari sabang sampai merauke sampai saat ini ketimpangan infrastuktur masih sangat jauh. Logikanya jika anggapan bahwa wilayah luar jawa masih terkendala di beberapa sektor itu sangat wajar karena infrastuktur masih belum berkembang dengan baik.

“Bagaimana negara bisa bersaing, punya kompetitif index atau daya saing yang baik kalau infrastruktur jalan seperti ini, nggak akan mungkin menang bersaing. Stok infrastruktur hanya 37%. Tetangga sudah di atas 60-70%,” tambahnya

Maka inilah yang dilakukan oleh Pemerintah untuk memeratakan pembangunan infrastuktur yang nanti imbasnya pasti akan berpengaruh terhadap daya saing ekonomi semakin baik.

Jadi jika ada yang bilang bahwa percepatan pembangunan adalah langkah pencitraan dan masalah bisnis itu sungguh bisa dibilang tidak berkompeten. Inilah yang harus dillakukan oleh pemerintah sudah sewajarnya.