BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi NTT Stabil di Tahun 2018

Otoritas keuangan Indonesia Bank Indonesia (BI) memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi di Nusa Tenggara Timur masih akan stabil di tahun 2018 ini. Pertumbuhan ekonomi NTT masih berada di kisaran 4,9 – 5,3 %.

BI menyebut di tahun 2018 ini pertumbuhan ekonomi masih akan didominasi oleh konsumsu rumah tangga dan pembentukan modal tetap bruto (PMTB) investasi. Beberapa kajian ekonomi dan keuangan NTT menyebutkan hal yang sama dengan temuan BI mengenai pertumbuhan ekonomi NTT.

Untuk sektor investasi memang ada beberapa proyek pemerintah yang menjadi fondasi investasi di NTT dan masuk dalan investasi nasional. Proyek nasional yang masuk investasi nasional di NTT adalah pembangunan Bendungan Temef di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), yang akan menjadi bendungan terbesar di NTT.

Selain investasi pemerintah ada juga Investasi swasta, investasi swasta di NTT diperkirakan terutama masih berasal dari pembangunan ketenagakelistrikan, hotel berbintang dan kelanjutan pengembangan agroindustri perkebunan gula oleh PT. Muria Sumba Manis dan perkebunan lain di Sumba Timur.

Investasi yang sedang mendapatkan perhatian serius dari pemerintah di NTT adalah mengenaik investasi pariwisata. Apalagi saat ini Mandalika sudah ditetapkan oleh pemerintah pusat sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Hal ini menjadikan kawasan ini menjadi kawasan ekslusif di beberapa sektor investasi.

Disana bukan hanya proyek pemerintah, ada beberapa proyek investasi investor asing bekerjasama dengan investor lokal dan pemerintah untuk pembangunan seperti hotel dan beberapa fasilitas bisnis penunjang pariwisata.

Di sisi lain, BI memperkirakan, konsumsi pemerintah melambat sepanjang 2018, salah satunya dipengaruhi oleh tibanya tahun politik pada 2018 sehingga pemerintah cenderung fokus menyukseskan Pemilihan Gubernur – Wakil Gubernur NTT, serta pemilihan bupati-wakil bupati di sepuluh kabupaten di provinsi berbasis kepulauan itu pada 2018.