Harga Minyak Melambung Akibat Gencatan Senjata China-AS

Harga minyak mentah jenis brent kontrak Februari 2019 melambung hingga 4,94% ke level US$ 62,4/per barel. Pada waktu yang sama pula harga minyak mentah light sweet kontrak Januari 2019 juga mengalami kenaikan hingga 5,38% ke level US$ 53,67/barel.

Harga kedua minyak kontrak berjangka tersebut melambung di awal bulan Desember 2018, setelah mengalami masa surah pada bulan sebelumnya.

Sepanjang bulan November, harga minyak light sweet dan brent kontrak berjangka terjun ke 22% lebih secara point-to-point. Pelemahan tersebut menjadi yang terburuk sepanjang 10 tahun terakhir.

Sementara harga emas hitam masih tertekan oleh kondisi pasar yang cenderung oversupply. Pasokan minyak mentah dunia membanjir, sedangkan permintaan diekspektasikan terus lesu yang disebabkan perlambatan ekonomi global.

Meski begitu, harga emas hitam akan mendapatkan suntikan energi, yakni hasil positif dari pertemuan presiiden AS Donald Trump dengan Pesiden China Xi Jinping pada KTT G-20 di Argentina akhir pekan lalu.

Di Buonos Aires, Washington-Beijing memiliki kesepakatan 90 hari gencatan senjata dalam sengketa pergadangan. Dari pernyataan resmi Gedung Putih menyebutkan bahwa Amerika serikat batal untuk menaikkan tarif bea masuk dari 10% menjadi 25% untuk impor produk China dengan nilai mencapai US$ 200 miliar.

Kenaikan tarif tersebut berlaku mulai 1 Januari 2019. Sementara China telah sepakat untuk lebih banyak membeli produk Negeri Adidaya mulai dari hasil agrikultur, manufaktur, energi, dan sebagainya. Washington dan Beijing sepakat untuk bernegosiasi seputar transfer teknologi, hak atas kekayaan intelektual, hambatan no-tarif, pencurian siber, serta pertanian.

Dengan kesepakatan tersebut diharapkan laju perekonomian kedua negara akan terus dipertahankan di level yang tinggi. Amerika dan China merupakan dua negara yang mmemiliki perekonomian terbesar di dunia. Hal ini menyebabkan perbaikan ekonomi mereka akan membawa dampak positif terhadap perekonomian global secara menyeluruh.

Sentimen positif dari harga minyak mentah datang dari harapan investor terhadap pertemuan tahunan Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) di Astria pada 6 Desember 2018.