Investor Ceko Tertarik Investasi Tenaga Listrik di Indonesia

Investor asal Ceko tertarik investasi di Indonesia sektor tenaga listrik setelah mendengar pemaparan potensi investasi ketenaga listrikan Indonesia di forum bisnis membahas potensi investasi dan kerjasama antara Indonesia-Ceko yang berlokasi di Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) selasa 18/09/2018.

Dalam forum bisnis tersebut juga dihadiri oleh Menteri ESDM Arcandra Tahar pembahasan memang lebih banyak mengarah untuk potensi investasi di sektor energi. Beberapa pembahasan investasi yang akan disepakati oleh Indonesia-Ceko adalah proyek Pembangkit Listrik Mikro Hidro (PLTMH) dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Mulut Tambang, serta mendirika pabrik turbin untuk mini hidro.

Arcandra Tahar berharap investor asal Ceko benar-benar akan merealisasikan investasi di Indonesia untuk sektor energi. Arcandra menyebut bahwa beberapa waktu yang lalu Indonesia juga sering melakukan forum bisnis, namun kenyataanya tidak ada hasil realisasinya.

Menurut Arcandra Tahar hal yang harus dipegang untuk mencapai taget realisasi investasi adalah komitmen. Percuma jika hanya melakukan forum bisnis tapi tidak ada hasil realisasi yang dihasilakan dan hanya membuang-buang waktu tenaga.

Poin yang terpenting dan jangan sampai terlewatkan adalah membangun kerjasama dan saling mengenal satu sama lain. Hal ini sangat lumrah dan memang harus dilakukan diawal agar nantinya kerjasama tidak akan mengalami hambatan.

Beberapa poin penting ini yang juga disampaikan oleh Menteri ESDM Arcandra Tahar Di depan Presiden Senat Ceko, Milan Stech serta Duta Besar Ceko untuk Indonesia, Ivan Hotek saat pertemuan berlangsung dengan para pemilik perusahaan di Ceko yang tertarik untuk investasi di Indonesia.

Indonesia-Ceko memang sudah lama menjalin kerjasama, namun investasi Ceko di Indonesia masih belum maksimal. Salah satu perusahaan Ceko yang sudah berinvestasi di Indonesia adalah Doosan Skoda Power. Perusahaan ini sudah menggarapa Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap Muara Tawar yang berkapasitas 2×250 megawatt (MW).