Investor Mulai Tertarik Bangung Pabrik Gula di Indonesia

Industri gula di Indonesia mulai bangkit, Kementerian Pertanian (Kemtan) memprediksikan jika berjalan lancar maka aka nada tambahan produksi gula kurang lebih 2,35 juta ton gula dalam beberapa tahun ke depan.

Untuk nilai investasi dari 17 investor pabrik gula di Indonesia mencapai angka Rp 41,44 triliun dan membutuhkan lahan seluas 604.000 hektare. Dengan adanya pabrik gula ini bisa menyerap tenaga kerja langsung sebanyak 189.650 orang dan tenaga kerja tidak langsung sebanyak 284.475 orang.

Analisis Kemtan ini berasal dari 17 investor yang sudah berniat membangun pabrik gula di Indonesia. Sampai sekarang memang sudah ada 5 pabrik gula yang beroperasi secara penuh, 3 masih dalam tahap pembangunan.

5 pabrik gula yang sudah beroperasi berada di Dompu, Lamongan, Lampung, Banyuwangi dan Blora. Sedangkan untuk 3  pabrik gula yang masih dalam tahap pembangunan berada di Blitar, Sumba Timur dan Ogan Komering Ilir (OKI).

Dari total 17 masih tersisa 9 investor dan semuanya masih dalam tahap perizinan lahan untuk pembangunan pabrik. Lokasi yang akan digunakan sebagai pabrik gula berada di kawasan Indonesia Timur mulai dari Flores, Saumlaki, Kabupaten Seram Bagian Timur dan beberapa daerah Indonesia Timur lainnya. Salah satu contoh perusahaan yang sedang dalam proses perizinan lahan adalah PT Hermes Sugar Indonesia yang baru saja ,emamdatangai nota kesepahaman dengan Bupati Seram Bagian Timur.

Pembangunan pabrik gula yang berada di Indonesia Timur memang bukan tanpa alasan, menurut Kemtan nantinya diharapkan pabrikn gula di wilayah Indonesia Timur mampu memasok ketersediaan gula di wilayah Indonesia Barat atau sebaliknya.

Potensi gula di Indonesia memang sebelumnya masih belum bisa tergarap dengan baik karena minimnya investor yang mau menanamkan investasi mereka di industri gula. Kebanyakan investor lebih memilih komoditi potensial dengan nilai besar di Indonesia seperti pertambangan, jika  masuk sektor pertanian mereka lebih memiliki untuk investasi seperti kelapa sawit.

Jika bisa dibilang ini merupakan berita bagus bagi industri gula di Indonesia, moment ini harus bisa dijaga dengan baik. Hal ini semakin menegaskan bahwa Indonesia memang pro investasi di seluruh sektor jika memang itu memberikan keuntungan bagi Indonesia.