Lahan Kilang Cilacap Harus Secepat Mungkin Dipersiapkan

Dalam Pemaparanya Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terkait proyek Kilang Cilacap milik PT Pertamina (Persero) menghimbau untuk segera mempercepat penyediaan lahan kilang minyak Cilacap yang sampai saat ini masih dalam proses.

 Diketahui bahwa pembangunan Kilang Cilacap masih dalam tahap pengadaan lahan. Untuk pembebasan lahan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak Pertamina dan pemerintah Indonesia. Sebelumnya proyek pembangunan Kilang Cilacap ini merupakan kerjasama investasi perusahaan minyak Arab Saudi yaitu Saudi Aramco.

Untuk skemanya menuru Deputi Bidang Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno menyebutkan setelah pembebasan lahan untuk pembangunan Kilang Cilacap barulah Saudi Aramco akan mulai menggarap proyek pembangunan tersebut.

“Kami beresin dulu lahan, baru mereka [Saudi Aramco] masuk,” tutur Fajar di kawasan Sudirman, Selasa (28/8/2018) dilansir dari cncnindonesia.com.

Untuk proses pembebasan lahan nantiinya dilakukan dengan sistem tukar guling  atau pertukaran lahan dengan Pemerintah Daerah Cilacap.

Saudi Aramco yang merupakan perusahaan minyak Arab Saudi berjanji investasi di kilang minyak terbesar RI, kilang Cilacap, sejak 2016 lalu. Tak tanggung-tanggung, janjinya adalah bisa kucurkan uang hingga US$ 6 miliar atau sebanyak Rp 87 triliun. Tapi itu tidak mudah, ada setumpuk syarat yang wajib dipenuhi RI agar bisa dapat kucuran investasi di Indonesia ini berjalan lancar.

Syaratnya jelas, sejumlah insentif. Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko PT Pertamina (Persero), Gigih Prakoso, menyebut setidaknya ada 3 syarat yang diminta oleh Saudi Aramco sebelum menyentuk investasi.

Ketiga syarat tersebut adalah Insentif tersebut adalah tax holiday selama 20 tahun, pembebasan lahan dipermudah, dan IRR (investment return rate) sebanyak 15% di proyek.

Kerjasama antara Indonesia dan Arab Saudi sudha terjalin sejak lama. Diketahui bahawa Arab Saudi merupakan salah satu Negara produsen Minyak Mentah terbesar di dunia. Jadi sudah bukan rahasia lagi jika Indonesia harus bisa memanfaatkan investasi ini sebaik mungkin untuk keuntungan Indonesia.