Menengok Keindahan dan Suasana Religius Pura Agung Pulaki Buleleng

Pura Agung Pulaki Buleleng bisa dibilang pura terbesar di kawasan Bali Utara, pura ini lebih dikenal oleh masyarakat Bali Utara dengan sebutan Pura Petirtaan. Pura ini terletak di Desa Banyu Poh, Kecamatan Grokgak, Kabupaten Buleleng.

Pura Agung Pulaki Buleleng berada di kaki bukit dan satu dengan kawasan dengan beberapa Pura lainya seperti Pura Melanting, lingkungan Pura Kertha Kawat, Pura Pabean dan Pura Pemuteran.

Kawasan yang berada di kaki bukit memang membuat kawasan Pura ini terlihat asri dengan pepohonan rindang dan juga hawa sejuk dari pegunungan.

Tidak jauh dari kawasan Pura, berbatasan dengan Teluk Pulaki, banyak dijumpai mata air tawar yang kebanyakan orang dan pengunjung memilii khasiat dan sering untuk diambil airnya untuk diminum. Dibalik keindahan dan suasananya yang asri tersimpan betapa kentalnya kesan religious dalam Pura Agung Pulaki Buleleng.

Menurut sejarah dan kepercayaan yang tersebar di masyarakat Bali khususunya Bali Utara, Pura Pulaki ini dikaitkan dengab perjalanan Danghyang Nirartha. Pada waktu itu, istri Danhyang Nirartha dalam keadaan lelah dari perjalanan dan memohon kepada suaminya agar diizinkan istirahat disini sampai keadaan kesehatannya pulih.

Hyang Nirartha mengijinkan istrinya tinggal di Pulaki ditemani putri dan putranya. Sedangkan Danhyang Nirartha tetap melanjutkan perjalanannya. Karena frustrasi lama menunggu kedatangan suaminya, istri Danhyang Nirartha memohon kepada Dewata agar dirinya bersama seluruh warganya kesabaran sampai waktu yang tidak terbatas tanpa termakan usia.

Dewata mengabulkan permintaan beliau dengan persyaratan wujudnya tidak tampak oleh manusia. Kilat menyambar dan guruh menggelegar, di saat itu rombongan menjadi lenyap karena telah menjadi suci dan menjadi orang halus (wong gamang).

Tempat moksa istri Danhyang Nirartha kemudian dibangun sebuah Pura yang diberi nama Pura Pulaki sebagai tempat memuliakan dan memuja Hyang Widhi Wasa.

Ada hal yang unik lagi dari Pura Agung Bulaki Buleleng, ketika mulai masuk di area pura akan dijumpai banyak kera-kera yang muncul di pelataran Pura. Kera-kera ini akan meminta makanan dan menggoda pengunjung.

Hal ini semakin menambah keindahan dan kesan religious yang kental ketika berada dikawasan Pura Agung Pulaku Buleleng.