Mengapa Harus Import Beras, Padahal terjadi Surplus?

Keputusan pemerintah untuk melakukan import beras banyak menuai kritik. Ini seperti adanya inmport beras sebesar 500 ribu ton yang dilakukan oleh pemerintah. Dengan adanya import beras ini terjadi banyak protes.

Kritikan yang datang adalah import beras di waktu musim panen tiba. Padahal ini merupakan salah satu yang seharusnya menjadi jalan untuk tidak import beras.Kritikan ini merupakan bentuk dari protes. Landasan protes sangat jelas adanya import beras disaar panen.

Pada tahun ini akan adanya import beras kedua. Ini menjadi salah satu kejadian yang menjadi dilematis. Bak bola salju, banyak protes keras yang disampaikan petani di sentra produksi beras Jawa Barat.

Protes mereka dilandasi dengan disaat musim panen tiba, mengapa banyak import masuk. Ini sepertinya tidak masuk diakal. Perkataan tentang pantas tidaknya import beras juga dilontarkan oleh ketua HKTI Kabupaten Cirebon.

Padahal kualitas panen pun bagus, dengan cuaca yang sangat mendukung ini tentunya akan baik terhadap kualitas beras yang ditawarkan oleh petani lokal. Ada banyak yang perlu diluruskan transparansi jelas menjadi salah satu yang harus dibeberkan.

Kinerja Perum Bulog dinilai belum maksimal dalam menyerap gabah petani. Dimana ini masih bisa menjadi mainan harga gabah yang bisa dijadikan alat oleh tengkulak.

Para pengepul rentan memainkan harga gabah. Lihat saja ini akan mudah dengan menguasai pasar mereka akan lebih mudah untuk memainkan harga beras.

Beras merupakan komoditas andalan masyarakat Indonesia. Ini menjadi satu pokok hal yang sangat penting agar terjadi keseimbangan yang sangat jelas. Ada sistem yang harus diperbaiki dan bukan dengan cara  import beras.

Banyak yang menolak untuk melakukan import beras. Lihat saja ada banyak hal yang bisa dilakukan. Kita perbaiki sistem yang terjadi dalam bulog. Ada orang yang bermain disini karena sekarang sedang mengalami panen raya. Namun harga gabah petani terus turun.

Informasi tentang surplus beras juga harusnya ditelusuri. Jika saja memang terjadi surplus beras seharusnya ini tidak menjadi poin yang membuat Indonesia harus import beras.