Meski Banyak Penolakan PLTU Celukan Bawang Terus Dikerjakan, Ini Alasannya!

PLTU Celukan Bawang banyak mendapat protes dari berbagai pihak. Alasannya adalah akan berdampak buruk terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. Namun Gubernur Bali menjelaskan bahwa proyek PLTU tahap II akan menggunakan teknologi modern sehingga dapat mengurangi emisi yang berpengaruh terhadap lingkungan.

Jika dibandingkan dengan proyek pada tahap I, maka lebih baik teknologi yang digunakan saat ini. Sebelumnya juga sudah dilakukan uji ambang batas baku mutu lingkungan yang menyatakan bahwa proyek pembangunan PLTU Celukan Bawang aman.

Teknologi modern tersebut akan melakukan dua kali pembakaran terhadap batubara sebagai bahan bakar. Dengan teknologi tersebut udara yang dihasilkan jauh lebih bersih.

Sebelumnya dalam proses uji kelayakan lingkungan, tim AMDAL juga melibatkan LBH Bumi Pertiwi dan PDHI Bali sebagai perwakilan masyarakat.

Alasan lain terus dikerjakannya proyek PLTU Celukan Bawang adalah karena adanya pertumbuhan permintaan energi listrik di Bali. Sebagai salah satu destinasi wisata dunia dengan rata-rata 8% maka di tahun 2020 diperkirakan akan muncul ancaman krisis energi listrik.

Untuk itu, pembangungan PLTU Celukan Bawang dibutuhkan guna memenuhi kebutuhan pasokan listrik jangka panjang. Sebenarnya untuk saat ini sudah terpenuhi mengingat sudah terdapat tiga pembangkit listrik di Bali yang dapat menghasilkan pasokan listrik 940 MW dan aliran dari Jawa 320 MW. Untuk total kapasitas PLN Bali mencapai 1.260 MW.

Namun demikian untuk mengatasi krisis pasokan listrik terburuk yang menyebabkan pemadaman maka pembangunan PLTU sangat dibutuhkan.

Manfaat dari peningkatan produksi listrik di Bali juga akan berdampak positif bagi industri pariwisata yang ada. Jika semua kebutuhan energi listrik terpenuhi maka sudah tidak ada lagi pemadaman dan industri pariwisata tidak mengalam dampak buruk.

Sebenarnya Gubernur Bali sudah mencangankan energi surya untuk memenuhi kebutuhan listrik. Caranya adalah dengan memanfaatkan kantor-kantor pemerintahan sebagai tempat panel surya. Jika semua kantor pemerintahan di provinsi Bali menggunakan energi surya maka akan menghemat pasokan listrik yang ada di wilayah Bali.