Museum Rekor Dunia Indonesia Berikan Penghargaan Festival Budaya Pertanian

FBP (Festival Budaya Pertanian) yang bertema “Giri Amertaning Bhuana” berhasil memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI), yakni pemajangan ragam hasil pertanian terbanyak di atas jembatan. Dihadiri oleh Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa, Sekda Badung Wayan Adi Arnawa, Ketua DPRD Badung Putu Parwata, dan jajaran Muspida Pemkab Badung. Festival Budaya Pertanian (FBP) untuk ketujuh kalinya digelar, Kamis (19/7), di Jembatan Tukad Bangkung, Desa Pelaga, Kecamatan Petang.

Bupati Giri Prasta mengucapkan terima kasih kepada MURI yang telah mencatat salah satu kegiatan dalam FBP ke-7 dalam rekor Indonesia. “Saya berterimakasih dengan diberikannya penghargaan dari MURI. Kami berharap penghargaan yang diperoleh bisa ditingkatkan lagi hingga ke tingkat dunia,” ujarnya.

Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani di Badung, pemkab akan mewujudkan Badan Pangan. Untuk itu pemkab akan menjalin kerja sama dengan masyarakat petani.

Ketua Panitia FBP Badung Putu Oka Swandiana mengatakan FBP sebagai media implementasi program nawa cita dalam penguatan program prioritas PPNSB khususnya di bidang pangan, budaya, dan pariwisata. “Kegiatan festival ini nanti akan dilengkapi konsultan bisnis,” ungkapnya.

Kehadiran konsultan bisnis dalam festival pertanian, diharapkan dapat menggarap potensi ekonomi produk pertanian di Kabupaten Badung, sehingga mampu menjadi ikon unggulan dan dapat merambah pasar nasional, bahkan pasar internasional. Dalam kegiatan itu juga dilakukan penandatanganan MoU antara petani dengan pihak ketiga, seperti perbankan dan sektor usaha pertanian.

“50 hektare sampai 500 hektare pun (lahan pertanian, Red) tidak masalah. Petani akan menjadi komisaris untuk memenuhi kebutuhan hotel, memenuhi konsumsi masyarakat Badung, termasuk Bali bahkan Indonesia,” tegasnya.

Dengan adanya kerja sama pemerintah dan masyarakat petani, diharapkan tidak terjadi alih fungsi lahan, sehingga sektor pertanian dapat dipertahankan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. “Petani harus menjadi tuan di rumahnya sendiri,” ucapnya.

Dikatakan, pemkab telah mencari tenaga ahli di bidang pertanian, baik peternakan hingga pertanian hortikultural. Bahkan, petani yang ingin belajar ke luar negeri akan dibiayai sepenuhnya. “Petani yang mau belajar pertanian ke Bangkok, misalnya, akan kami biayai. Pulang dari sana, yuk kita bangun Badung sama-sama,” katanya.

Senior Manajer MURI Yusuf Ngadri mengapresiasi program Pemkab Badung dalam memajukan sektor pertanian. “Kami telah mencatat 8.508 rekor MURI, dan festival pertanian ketujuh ini akan menjadi bagian dari rekor tersebut. Kegiatan ini juga akan tercatat dalam buku MURI pada tahun depan,” tuturnya.