Pariwisata Kelas Dunia Sumbang Banyak Dana Pembangunan NTB

Sektor wisata menjadi sangat prioritas dalam pembangunan NTB (Nusa Tenggara Barat)karena besarnya potensi pariwisatanya. NTB memiliki destinasi dan keragaman potensi wisata kelas dunia, mulai dari KEK Mandalika, Kawasan Teluk Saleh, Pulau Moyo dan Tambora (Samota), geopark Gunung Rinjani, Pantai Senggigi, pesona gili-gili dan juga kekayaan tradisi, seni budaya, sejarah, dan industri kerajinan rakyat yang unik dan potensial. Potensi yang besar tersebut perlu ditunjang SDM dan pelaku pariwisata yang profesional dan kreatif.

Geliat dari sektor kepariwisataan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai memberikan dampak besar terhadap perekonomian masyarakat. Bahkan, peran pariwisata terhadap pertumbuhan ekonomi cukup dominan, jika dilihat dari sejumlah sektor usaha yang ada di Provinsi NTB.

Pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata memberi perhatian khusus terhadap pembangunan pariwisata di NTB dan dibuktikan dengan kebijakan pemerintah yang telah menetapkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika sebagai salah satu prioritas pengembangan destinasi strategis nasional dariĀ  3 destinasi yang diprioritaskan secara nasional.

Kebijakan tersebut diikuti pembangunan Kampus Poltekpar Negeri Lombok sebagai sarana utama penujang pembangunan sumber daya manusia di bidang pariwisata.

Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 9,50 persen. Hal ini dipicu oleh peningkatan kunjungan wisatawan dikarenakan adanya beberapa event nasional antara lain event Rinjani 100 dan Festival Pesona Tambora, dan lainnya.

Kawasan KEK Mandalika akan membangun resort wisata atau enamhotel bertaraf internasional yang membuka ribuan peluang kerja bahkan menyerap jutaan tenaga kerja dari beragam latar belakang dan kemampuan.

Pariwisata NTB perlu terus didorong lebih baik. Sehingga semakin banyak wisatawan yang berkunjung ke NTB dan memberi andil besar terhadap pertumbuhan ekonomi. sektor pariwisata memberikan andil cukup besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

Bahkan, kunjungan atau kedatangan wisatawan mancanegara (Wisman) yang datang dari Bandara Internasional Lombok masuk dalam urutan ke tiga nasional.

Perkembangan perekonomian di Nusa Tenggara Barat, konsumen memprediksi bahwa kondisi ekonominya di triwulan III-2017 akan lebih baik dari Triwulan II-2017. Hanya saja dengan optimisme yang sedikit lebih rendah dari optimisme di triwulan sebelumya yang bernilai 106,63.