Pemasangan Lampu Tenaga Surya di Bengkulu

Masyarakat Desa Sinar Pagi, kecamatan Seluma Utara, Bengkulu selama ini hanya mengandalkan lampu kaleng yang menggunakan bahan bakar minyak tanah atau solar sebagai penerangan di saat malam hari. Infrastruktur di desa tersebut, khususnya aliran listri belum terpenuhi.

Salah satu warga Desa Sinar Pagi, Parno mengungkapkan bahwa warga Desa Sinar Pagi sangat kesulitas jika melakukan aktivitas di malam hari. Sehingga tidak banyak aktivitas yang dapat dilakukan. Bahkan para anak-anak harus menggunakan lampu kaleng untuk pecahayaan ketika belajar di malam hari.

Menurut Parno, lampu kaleng awalnya menggunakan bahan bakar minyak tanah, namun setelah minyak tanah tidak ada diganting dengan menggunakan solar. Hal ini tentu dikeluhkan banyak masyarakat karena harganya lebih mahal.

Kepala Desa Sinar Pagi, Riki Rikardo juga mengungkapkan baha masyarakat Sinar Pagi sangat sulit untuk mendapatkan penerangan ketika malam hari. Namun semua telah berubah karena Desa Sinar Pagi saat ini telah mendapatka bantuan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Energi baru, Terbarukan dan Konservasi Energi untuk program pemasangan lampu bertenaga surya hemat energi.

Dari program pemasangan lampu tenaga surya tersebut Desa Pagi Sinar Pagi mendapatkan 83 unit LTSHE. Jika melihat data yang ada KESDM telah menyalurkan 2.111 unit LTSHE kepada masyarakat di 16 desa di Benggkulut yang tergabung dalam Paket Pemasangan LTSHE Sumatera sebanyak 7.956 unit.

Program lampu bertenaga surya nantinya menyasar desa 3T. Inspektur I Kementerian ESDM, M. Halim Sari Wardana mengungkapkan bahwa terdapat 98% desa dari total 2.500 desa yang belum memiliki akases listrik, dan saat ini sudah dapat memanfaarkan program tersebut.

Harapan kedepannnya masyarakat mampu menjaga serta memanfaatkan program tersebut dan mendapatkan akses listrik secara permanen. Kementerian ESDM mencanangkan program tersebut sejak 2017 hingga 2019 untuk 2.500 desa yang belum mendapatkan aliran listrik. Menurut Halim, program tersebut dapat berlangsung hingga tahun-tahun berikutnya.