Penegasan Menteri Perdagangan: 2 juta ton beras bukan keputusan saya

Image: Liputan6

Menteri Perdagangan Enggartiasto terlihat tidak berkomentar tentang pernyataan yang dibuat oleh direktur utama perusahaan Bulog. Perusahaan logistic bulog mengkritik rencana yang diakukan oleh menteri perdagangan. Ada impor 2 juta ton yang terbagi dalam beberapa sesi.

Ada satu permasalahan yang sedang terjadi di dalam import beras yang dilakukan di masa panen. Ada banyak import beras yang mengakibatkan surplus beras. Meskipun demikian menteri perdagangan Enggartiasto Lukita tampak tidak mau  berkomentar dengan ini.

Lupakan jangan memperpanjang perdebatan, beliau menyatakan hal tersebut. Pernyataan tersbeut dilontarkan oleh Enggartiasto pada saat mengunjungi pabrik tempe di Jakarta Barat. DIlansir oleh tempo.co.

Faktanya adalah keputusan untuk melakukan import 2 juta ton beras dilakukan pada rapat koordinasi. Ini adalah keputusan rapat koordinasi, bukan keputusan saya.

Menteri cenderung tidak memperpanjang perdebatan dan memilih untuk tidak banyak komentar saat ditanya oleh wartawan.

Banyak yang bertanya tentang permasalahan import ini tersangkut dengan pernyataan dari Budi Waseso yang memberikan komentar tentang import beras urusan menteri perdagangan. Logistik yang masuk seperti beras harus stabil dan seimbang.

Budi waseso memperkirakan bahwa Bulog akan mengelola hingga 3 juta ton  beras pada akhir tahun karena agensi membeli beras 4000 ton beras setiap harinya.

Budi waseso juga menambahkan tentang bulog yang tidak perlu melepaskan import untuk memenuhi permintaan pasar. Seharusnya ini adalah sebuah solusi, namun bagaimana dengan surplus beras?

Enggartiasto mengatakan rapat koordinasi pada bulan April, dihadiri oleh perwakilan dari Kantor Menteri Koordinator Ekonomi, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian dan Bulog, membuat keputusan karena produksi beras domestik tidak dapat memenuhi permintaan pasar.

“Rapat koordinasi membuat keputusan sesuai dengan peraturan pemerintah dan peraturan presiden. Saya kemudian mengeluarkan rekomendasi impor, ”kata Enggartiasto. (bbn)