PGN Siap Pasok Gas Bumi Untuk Operasional Muara Karang

Kondisi perekonomian yang sedang lesu tidak membuat pemanfaatan Gas Bumi oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menyatakan bahwa PGN siap untuk terus memasok Gas Bumi ke Pembangkit Listrik Muara Karang.

Pasokan Gas Bumi untuk Pembangkit Listrik Muara Karang salama ini dikelola oleh PT Pembangkit Jawa Bali Unit Pembangkitan Muara Karang (PT PJB UP Muara Karang).

PJB UP Muara Karang, PGN dan PLN telah menandatangani kontrak jual beli gas pada bulan Februari 2018. Dengan jangka waktu kerja sama penyaluran selama 1 tahun, PGN akan memasok gas bumi sebesar 50 mmscfd.

Saat ini kapasitas yang tersedia dan siap terpasang pembangkit PJB UP Muara Karang sebesar 1.700 MW (Blok 1, 2 dan serta PLTU 4-5) dan rencana Blok 3 sebesar 500 MW yang diperkirakan beroperasi pada 2020. Sehingga total kapasitas terpasang di PJB UP Muara Karang nantinya akan mencapai 2.200 MW.

Pasokan Gas untuk PJB UP Muara Karang saat ini didapatkan dari penyaluran gas Nusantara Regas dengan rata-rata volume 100-150 bbtud dan Pertamina Hulu Energi (PHE) dengan rata-rata volume 30-60 bbtud.

Saat ini Perusahaan Gas Negara (PGN) telah memasok gas bumi untuk kebutuhan operasional bahan bakar pembangkitan listrik di beberapa pembangkit listrik di Indonesia seperti Unit Pembangkitan dan Jasa Pembangkitan (UPJP) Tanjung Priok milik Indonesia Power. Di UPJP Tanjung Priok, penyaluran gas PGN sudah dimulai pada awal 2010 dan selanjutnya telah diperpanjang dalam beberapa periode kontrak.

Namun skala nasional, Perusahaan Gas Negara (PGN) sampai sekarang sudah berhasil menyalurkan energi gas bumi sebesar 1.505 mmscfd. Penyaluran gas tersebar kepada 196.221 pelanggan dari berbagai segmen, seperti industri manufaktur dan pembangkit listrik, komersial (hotel, restoran, rumah sakit) dan Usaha Kecil Menengah (UKM), serta rumah tangga. Pelanggan tersebar di beberapa kota besar di Indionesia seperti Sumatra Utara, Kepulauan Riau, Riau, Sumatra Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara dan Sorong Papua.