PLTA Kayan Ikon Baru Kaltara

PLTA Kayan adalah pembangkit listrik tenaga air dengan kapasitas terbesar di Indonesia.

Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) selain bermanfaat sebagai sumber energi, juga memiliki manfaat bagi lingkungan sekitarnya. PLTA Kayan yang akan dibangun akhir tahun ini adalah calon landmark Kalimantan Utara (Kaltara), sekaligus PLTA terbesar di Indonesia.

PLTA yang merupakan langkah solusi dari Energi Baru dan Terbarukan (EBT) tidak menutup kemungkinan dapat menjadi objek wisata dan penanda daerah di Kaltara, yang merupakan provinsi baru di Indonesia.

PLTA Kayan Manfaatkan Potensi Daerah Kaltara

Keberadaan beberapa dam tentu akan menjadi daya tarik di Provinsi baru tersebut. Selain itu pembangkit listrik tenaga air yang akan dibangun di Kabupaten tersebut memang ditujukan untuk mendukung proyek strategis nasional, juga diharapkan dapat membangun integrasi di Kaltara.

Sungai-sungai di Kalimantan memang memiliki potensi energi yang besar, salah satunya adalah Sungai Kayan Kalimantan Utara, yang biasanya dikenal sebagai tempat olahraga arum jeram. Hal tersebut membuktikan besarnya potensi air listrik untuk dijadikan PLTA di Sungai Kayan.

Potensi energi sungai di Kaltara merupakan sumber energi berbasis konservasi yang memiliki potensi energi yang dihasilkan mencapai ribuan megawatt. terdapat lebih dari 20 sungai yang berpotensi dijadikan PLTA lantaran memiliki arus air yang cukup kuat.

Sungai-sungai di Kaltara yang berpotensi menjadi PLTA tersebar di 3 Kabupaten yang berbeda di antaranya; Kabupaten Nunukan yang memiliki Sungai Sembakung dengan potensi 500 Megawatt MW, Kabupaten Bulungan (Sungai Kayan sebesar 9.000 MW), dan Kabupaten Malinau (Sungai Mentarang sebesar 7.600 MW).

PLTA Kayan akan segera dibangun setelah mendapat lampu hijau, terlebih setelah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT PT Kayan Hydro Energy (sebagai pihak pembangun PLTA) dengan PT Adhi Karya dan PT Pelabuhan Indonesia IV di Kantor Staf Presiden (KSP) pada 15 Agustus 2019 lalu.

Powerchina sendiri merupakan perusahaan PLTA kenamaan dunia yang sudah berpengalaman dalam pembangunan konstruksi. Salah satu PLTA hasil karyanya yaitu PLTA Three Gorges Dam di distrik Yiling, Provinsi Hubei, China.

Sungai Kayan (borneotourgigant.com)

Pembangunan PLTA Sungai Kayan sendiri akan dimulai pada akhir tahun 2019 ini, dan ditargetkan dapat menghasilkan daya listrik keseluruhan sejumlah 9.000 Megawatt MW. Kapasitas tersebut membuat PLTA Kayan menjadi yang terbesar di Indonesia dan Asia ternggara.

Kapasitas besar tersebut direncanakan untuk digunakan, mensuplai proyek strategis nasional, yaitu pada kawasan industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning.

Sebagai calon PLTA terbesar, pembangunan PLTA Sungai Kayan akan berlangsung secara beberapa bertahap. Pada tahapan pertama target kapasitas listrik yang dihasilkan adalah sebesar 900 MW.

Pembangunan PLTA Kayan 1, ditargetkan akan selesai pada tahun 2024. Sesudahnya, selah satu tahun berikutnya akan dibangun PLTA Kayan 2. PLTA Kayan 2, ditargetkan menghasilkan listrik oleh PT Kayan Energi Hydro, 1.200 MW, sehingga memiliki kapasitas yang lebih besar dari PLTA Kayan 1.

Tidak hanya didukung, PLTA yang akan dibangun di Kabupaten Bulungan, Kaltara tersebut akan menjadi ikon wisata dan kebanggaan, dan bersanding dengan beberapa potensi daerah tersebut. Berikut beberapa potensi di Kaltara yang perlu ada tahu.

  1. Strategis dan Kaya Mineral

Kaltara secara geografis adalah wilayah strategis yang terletak diantara tiga negara yaitu Indonesia-Malaysia-Filipina. Terdapat kawasan perairan yaitu di wilayah Ambalat, yang kaya akan minyak dan gas. Selain itu juga terdapat sejumlah potensi perikanan dan juga pariwisata yang hingga kini belum dapat dimanfaatkan secara optimal.

Berdasarkan data pemerintah Provinsi Kaltara, potensi mineral dan energi yang sudah terdeteksi di Kaltara antara lain batu gamping sebanyak 654 ribu ton di Malinau dan 25 ribu ton di Nunukan, Sirtu 2,50 juta ton di Nunukan, dan pasir kuarsa sebanyak 1 milyar ton di Nunukan.

Kemudian potensi minyak dan gas dapat ditemuai di beberapa titik di Kaltara. Setidaknya terdapatat 9 titik ladang minyak dan ditafsir menyimpan 764 juta barel minyak dan 1,4 triliun cubic feet gas. Sementara itu potensi gas di Kaltara tersebar di Kabupaten Bulungan, Tana Tidung, dan Nunukan.

  1. Kaya Ikan

Selanjutnya potensi perikanan di Kaltara juga nampak mendominasi,  berdasarkan data pada tahun 2012 Kaltara memproduksi 206.208 ton ikan (94% di­produksi oleh perikanan darat).

Hasil produksi perikanan di Kaltara cukuplah besar, sebagai perbandingan produksi ikan nasional tahun 2012 sendiri ada di angka 13.643.000 ton (60,8% dihasilkan oleh perikanan darat).

Kaltara menyimpan potensi ikan yang melimpah (perikanannusantara)

Tidak hanya menghasilkan ikan air tawar dalam jumlah besar, Kaltara juga memiliki potensi ikan laut melimpah. Kota Tarakan dapat memberikan kontribusi terbesar, yakni 38% dari total hasil perikanan laut Provinsi Kaltara (sebesar 11.821,1 ton).

Selain Tarakan, ada juga Kabupaten Nunukan yang memberi kontribusi besar dalam perikanan, yaitu sebanyak 150.420,3 ton dari sektor perikanan darat atau 77,3% dari 194.831,9 ton perikanan darat yang dihasilkan Kaltara.

  1. Memiliki Hasil Perkebunan

Selain kaya akan hasil tambang dan ikan Kaltara juga menyimpan potensi hasil perkebunan, salah satu andalannya adalah kelapa sawit yang kini dapat meningkatkan ekonomi daerah Kaltara.

Selain kelapa sawit, Kaltara juga menghasilkan berbagai hasil perkebunan lainnya seperti karet, kopi, lada, dan kelapa. Kaltara memiliki total produksi dari perkebunan mencapai 525.720 ton.

Total produksi perkebunan di Kaltara dibagi sebagai berikut di dominasi dengan kelapa sawit yang mencapai 513.448 ton atau sebesar 97,6% dari total produksi perkebunan yang ada di Kaltara tahun 2012.

Kemudian yang menjadi perhatian adalah Kaltara menyimpan hutan Hutan Lindung Kayan Mentarang dengan luas mencapai + 1,5 juta Ha. Hutan Lindung Kayan Mentarang terletak di 2 Kabupaten yaitu Kabupaten Malinau dan Kabupaten Nunukan.

Hutan Lindung Kayan Mentarang dikenal sebagai “Heart of Borneo“ atau sumber paru-paru dunia yang menjaga kestabilan kadar oksigen di dunia. Memiliki berbagai potensi alam yang besar, pembangunan PLTA Kayan di Kaltara diharapkan menjadi sumber energi yang tetap ramah lingkungan.