• Home »
  • Energi »
  • PLTA Sungai Kayan Bakal Topang Kebutuhan Listrik di Ibu Kota Baru, Siap Beroperasi di Tahun 2024

PLTA Sungai Kayan Bakal Topang Kebutuhan Listrik di Ibu Kota Baru, Siap Beroperasi di Tahun 2024

Listrik Ibu Kota Baru di Kalimantan Timur Bakal Ditopang PLTA Sungai Kayan.

Presiden Jokowi secara resmi telah mengumumkan ibu kota negara baru akan pindah ke Kalimantan Timur. Jokowi mengungkapkan alasan pemerintah perlu segera memindahkan ibu kota karena beban Pulau Jawa, khususnya DKI Jakarta sudah semakin berat, terutama dalam hal kepadatan penduduk.

Pemilihan Kalimantan Timur sebagai ibu kota baru rupanya telah dikaji pemerintah, terutama terkait pemenuhan pasokan listrik ke ibu kota baru di Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Nah, salah satu pasokan listrik yang akan mengaliri ibu kota baru bersumber dari PLTA Sungai Kayan di Kalimantan Utara (Kaltara).

Hal ini diketahui saat Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sudah menganalisis seluruh kebutuhan sarana dan prasarana untuk menopang ibu kota baru, termasuk kebutuhan listrik.

“Nanti PLTA Kayan bisa menghasilkan listrik cukup besar, yang tidak terlalu jauh dari Kalimantan Timur. Jadi, menurut saya sudah terkalkulasi,” tutur Moeldoko dilansir dari era.id.

Desain PLTA Kayan (pelitanews.co.id)

PLTA Kayan Berkapasitas Listrik Sebesar 9.000 Megawatt Siap Beroperasi Pada Tahun 2024

Saat ini, pembangunan PLTA Kayan ditandai dengan kontrak kerja sama antara PT Kayan Hidro Energy dan Powerchina International Group yang diteken pada 31 Oktober 2018. Kemudian, pada Kamis 15 Agustus 2019 lalu, kedua perusahaan meneken pelaksanaan proyek.

PLTA Sungai Kayan bakal dibangun di atas seluas 12.000 hektare itu nantinya akan menghasilkan kapasitas listrik sebesar 9.000 megawat dari lima bendungan yang dibangun secara bertahap.

Bendungan pertama diproyeksi dapat menghasilkan 900 megawatt. Selanjutnya, pembangunan akan dilakukan pada bendungan kedua berkapasitas 1.200 megawatt, bendungan ketiga dan keempat yang masing-masing menghasilkan 1.800 megawatt dan bendungan kelima dengan 3.200 megawatt.

Direktur Operasi KHE, Khaerony menyebut pihaknya telah melakukan kajian secara komprehensif secara teknis, dan lingkungan. Kajian dilakukan sejak tahun 2009 lalu.

Alhasil, Khaeronypun yakkin konstruksi bendungan dan pembangkitan tahap pertama bisa mulai dikerjakan pada akhir tahun 2019 ini.

Dengan konstruksi yang dimulai akhir tahun ini, Khaerony mengatakan PLTA Sungai unit 1 ditargetkan sudah bisa beroperasi pada tahun 2024. Sementara itu,  unit selanjutnya akan dikerjakan secara bertahap menyesuaikan pembangunan infrastruktur yang diperlukan.