PLTU Jawa 7 Beroperasi PLN Berhemat 90 Trilliun

PLN saat ini sedang melakukan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang diberi nama  PLTU Jawa 7. Berlokasi di Desa Terate, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Provinsi Banten.

Jika pembangunan sudah selesai dan mulai beroperasi PLTU Jawa 7 akan menjadi salah satu contoh PLTU produsen listrik efisien dan memiliki harga murah.

Direktur Utama PLN Sofyan Basri yang merupakan mantan Dirut BRI menjelaskan saat melakukan penandatanganan jual beli listrik atau yang biasa disebut dengan (Power Purchase Agreement/PPA) untuk proyek PLTU Jawa 7, PLN bakal membeli listrik dengan harga 4,26 sen per kWh.

Jika dilihat angka ini jauh lebih murah dibandingkan PLTU miliki pemerintah yang jauh lebih mahal membeli listrik. Sepetrti PLTU Bantang dan PLTU Tangjung Jati yang dibeli PLN dengan harga 5,5 sen per Kwh dan 5,3 per Kwh.

Detail pembelian listrik yang nantinya dilakukan di PLTU Jawa 7 memiliki skema lebih murah dengan perhitungan setiap 1 sen harga lebih murah untuk PLTU dengan kapasitas 1.000 MW, maka penghematan yang bisa didapat mencapai Rp 1,8 triliun. “Dengan masa kontrak jual beli 25 tahun untuk Jawa 7, PLN bisa hemat Rp 45 triliun. Jawa 7 punya kapasitas 2 x 1.000 MW berarti biaya yang dihemat Rp 90 triliun” ujar Sofyan Basri.

Bukan hanya soal hemat dan efisiens soal masalah harga, hal terpenting yang menjadi perhatian adalah penggunaan teknologi yang diklaim bisa rendah emisi. Teknoogi yang digunakan menggunakan teknologi ultra super critical.

Saat melakukan peninjauan dan berkunjung di PLTU Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Ninghai di China Dirut PLN Sofyan Basri melihat bahwa disekeliling lokasi PLTU memang terlihat begitu asri dan pepohonan hijau tumbuh lebat.

Sofyan juga mengatakan bahwa pembangunan nantinya harus sama persis dengan PLTU Ninghai baik secara model, teknologi dan pengembangan kawasan sekitar.

Proyek Jawa 7 sendiri rencananya akan selesai dan siap beroperasi pada tahun 2019 dan siap menjadi salah satu suplai listrik untuk PLN sebesar 35ribu MW dengan nilai investasi mencapai 40 trilliun.