Proyek Jalan Baru Bali Utara – Bali Selatan Tahun Ini Dibangun

Proyek pembangunan jalan baru  Bali Utara menuju Bali Selatan diharapkan bisa mempercepat akses transportasi.

Disamping pembangunan Bandara Buleleng di Bali Utara, salah satu cara lain untuk menyeimbangkan perekonomian antara Bali Utara dan Bali Selatan adalah dengan membangun akses transportasi yang lebih mudah dan cepat.

Ketua Umum Kadin Bali Anak Agung Ngurah Alit Wiraputra mengatakan rencana tersebut sudah didukung payung hukum dan segera disosialisasikan ke masyarakat.

Dalam pertemuanya beberapa waktu lalu dengan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan Alit menyebutkan bahwa pembangunan ini didukung penuh oleh pemerintah. Namun belum diputuskan nanti model jalan baru yang akan dibuat, jalan tol atau jalan lainnya.

“Entah nanti akan dibangun jalan berbayar atau tidak, yang jelas tahun ini proses pembangunannya diharapkan sudah dimulai,” Ujar Alit Sabtu (10/3/2018).

Pembangun jalan baru penghubung antara Bali Utara dan Bali Selatan perlu didorong dan dipercepat. Selain itu, lanjut Alit, Benoa juga akan dikembangkan menjadi pelabuhan wisata dan peti kemas. Belum lagi Pelabuhan Celukan Bawang yang akan menjadi salah satu pintu masuk wisata di Pulau Bali menggunakan Kapal Pesiar.

Jika semua ini terealisasi memang jalan baru sangat dibutuhkan, bukan tidak mungkin jika Bali Utara memang benar-benar semua pembangunan berjalan lancar dan pemanfaatannya sesuai dengan rencana, maka pastinya akan semakin padat kawasan Bali Utara.

Tidak mungkin jika wisatawan dan kegiatan ekonomi hanya terpusat di daerah tersebut, maka akses menuju daerah lain sangat penting dan bisa memudahkan semua akses di berbagai sektor.

Akses yang lebih cepat dan mudah pastinya akan semakin mempercepat mobilisasi wisatawan maupun kegiatan ekonomi.

Salah satu faktor lainnya yang bisa dijadikan rujukan pembangunan jalan baru Bali Utara menuju Bali Selatan adalah masalah ketimpangan ekonomi Bali Utara dan Bali Selatan sangatlah tinggi, pemerintah daerah bekerja keras untuk coba menyetarakan ketimpangan ekonomi ini dengan pembangunan fasilitas penunjang.

Jangan sampai ketimpangan ekonomi ini akan menjadikan batu sandungan besar bagi pembangunan di Bali Utara, hal inilah yang coba harus diatasi sedini mungkin agar kedepannya Bali Utara mampu menjadi salah satu kawasan eksklusif di Pulau Bali seperti Bali Selatan.