Tidak Perlu Hindari Saham yang Dijual Asing

Investor asing kembali angkat kaki dari pasar saham Indonesia. Hal ini setelah mencatatkan aksi beli bersih net buy sebesar Rp 686,44 miliar pada kamis kemarin, dan keesokan harinya justru investor asing malah mencatatkan aksi jual bersih atau net seller sebesar Rp 84,48 miliar.

Hal tersebut yang kemudian membuat akumulasi angka net sell pada pekan kemarin bertambah menjadi Rp 2,31 triliun.

Kondisi perekonomian global saat ini belum ada kepastian sehingga hal ini menjadi alasan mengapa investor asing memilih pergi sementara untuk menunggu realisasi keuntungan penguatan Index Harga Saham Gabungan pekan lalu.

Pekan lalu IHSG ditutup menguat 0,71% menjadi 6.169,84 dari 6.126,36 pada penutupan pekan sebelumnya. Kanaikan tersebut berhasil membuat kapitalisasi IHSG pada level Rp 6.992,75 triliun atau naik sekitar 0,78% dibandingkan dengan pekan lalu yang berada di level Rp 6.938,39 triliun.

Sepanjang pekan lalu tercatat lima saham yang paling banyak ditinggalkan oleh investor asing. Pada posisi pertama adalah saham dari PT Bank Central Asia Tbk dengan nilai RP 851,98 miliar. Kemudian posisi kedua sahan dari PT Telekomunikasi Indonesia Tbk dengan nilai Rp 350,35 miliar. Posisi ketiga saham dari PT Merdeka Cooper Gold Tbk dengan nilai Rp 305,35 miliar.

Pada posisi keempat saham PT Bank Negara Indonesi Tbk dengan nilai 180,37 miliar, dan yang terakhir adalah saham PT Adaro Energy Tbk dengan total nilai Rp 147 miliar.

Banyak yang bertanya mengenai prospek saham yang ditinggalkan oleh investor. Apakah masih layak dikoleksi investor domestik dalam jangka pendek hingga akhirt tahun atau jangka panjang.

Analis Senior CSA Research Intitute Reza Priyambada mengungkapkan bahwa saham-saham yang ditinggalkan investor asing tidak perlu dihindari. Investor dalam negeri justru dapat mengambil keuntungan dari aksi yang dilakukan oleh investor asing.

Sebagai contoh adalah terdapat saham yang turun karena aksi jual asing, namun pada posisi lain mereka juga mulai ada pembelian di level harga tertentu, jadi secara toral itu saham tercatat net sell, namun juga harus jeli dapat mengmabil harga terbawah.