Yogyakarta akan Memiliki Perda Energi Terbarukan

Energi terbarukan mulai digencarkan diberbagai dunia mengingat keterbatasan sumber energi fosil. Seperti halnya di Yogyakarta yang merupakan salah satu daerah di Indonesia yang mulai berinovasi di sektor tersebut.

Yogyakarta menjadi satu-satunya daerah di Indonesia yang memulai mengembangkan energi terbarukan di Indonesia. Tempat yang sudah terbukti menggunakan energii terbarukan adalah Pasar Buah Gamping. Sejak lima tahun terakhir pasar ini memanfaatkan buah yang busuk untuk dijadikan energi listrik menggunakan teknologi yang didatangkan dari Swedia.

Selain Pasar Buah Gamping, kawasan Pantai Baru di selatan juga telah mengembangkan energi terbarukan dengan membuat Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB). Energi terbarukan tersebut dimanfaatkan untuk pembangkit listrik di pabrik es milik nelayan.

Pemerintah pusat juga telah membangun Baron Technopark di Kabupaten Gunung Kidul. Baron Technopark tersebut digunakan sebagai pusat penelitian untuk memanfaatkan energi terbarukan. Riset dalam pemanfaatan angin serta matahari sebagai sumber energi terbarukan dapat dilakukan ditempat tersebut.

Upaya lain yang telah dilakukan pemerintah daerah adalah dengan menyelesaikan dan meresmikan pemanfaatan energi matahari untuk mengatasi kebutuhan air bagi warga yang berada di Gunung Kidul. Teknologi yang dibuat adalah Sistem Pompa Air Tenaga Surya (SPATS).

Pasokan air di wilayah Gunung Kidul cukup sulit dijangkau warga, terlebih saat musim kemarau. Dengan dibuatnya teknologi SPASTS tersebut maka akan mendapatkan dua manfaat sekaligus, yakni kebutuhan listrik di kawasan sinar matahari serta dapat mencukupi kebutuhan listrik.

Menurut Wakil Gubernur Daerah Sitimewa Yogyakarta, Sri Paduka Paku Alam X,  Yogyakarta merupakan daerah yang terdepan dalam pemanfaatan sumber energi terbarukan dibandingkan daerah lain di Indonesia.

Hal ini mengingat, pemerintah daerah Yogyakarta bekerjasama dengan para tenaga ahli di bidang energi terbarukan. Para ahli tersebut diantaranya adalah Ahmad Agus Setiawan yang merupakan Asisten Profesor Sistem dan Perancaaan Energi Terbarukan, Fakultas Teknik Fisika, UGM.