Indonesia Kini Ajak Rusia Kembangkan Investasi di NTT

Setelah Turki yang diajak untuk berinvestasi di Indonesia, Indonesia mengajak Rusia untuk kembangkan investasi di NTT khususnya.

Bambang Brodjonegoro, Menteri PPN/Kepala Bappenas menjadi pembicara pada Forum Bisnis Indonesia-Rusia yang digelar oleh Kedubes Republik Indonesia (KBRI) Moskow di World Trade Center, (WTC), Rusia. Bambang pada sambutannya mengajak Rusia untuk bekerjasama menanam dan mengembangkan investasi di NTT, serta memperluas investasinya di Provinsi Indonesia lainnya.

Saat ini Russia melakukan 90 persen investasinya di sektor tersier yaitu, hotel, restoran, perdagangan, dan lainnya, sebagian besar dilakukan Investasi di Bali, dan Investasi di NTT Nusa Tenggara Timur. Harapan Bambang, dengan dibukanya forum bisnis tersebut bisa menjadi jembatan informasi mengenai peluang peluang Investasi di NTT, dan provinsi Indonesia lainnya seperti Kawasan Ekonomi Khusus, pelabuhan, hingga pengembangan daerah.

Dengan menjalin kerjasama Indonesia dan Rusia, diharapkan akan dapat meningkatkan jumlah ekspor dan impor di antara kedua negara tersebut. Dengan tujuan untuk menghadapi tantangan perekonomian dunia saat ini akibat suku bunga The Fed naik.

Tak berhenti sampai disitu, Indonesia melalui Menteri Bambang telah mengajak Turki untuk Ber investasi di Indonesia khususnya Investasi di NTT dalam acara Forum Promosi Investasi Indonesia-Istanbul, Turki.

Harapannya dengan Turki berinvestasi di Indonesia menjadi investor investasi di NTT nantinya Turki juga dapat menjadi mitra strategis Pemerintah Indonesia yang memiliki nantinya akan menjadi pusat ekonomi islam dunia, termasuk di dalamnya peran ekonomi islam dalam pembangunan infrastruktur.

Turki menjadi salah satu Negara yang memang diyakini berhasil menjadi salah satu Negara yang mengimplementasikan skema PPP di sektor infrastruktur seperti proyek pembanguna infrastuktur jembatan, jalan tol dan bandara.

Berbagai investasi yang masuk ke Indonesia diharapkan benar-benar akan menjadi stimulun bagi pengembangan infrastruktur dan juga pengembangan investasi di Indonesia.

Indonesia juga mengundang para investor Turki untuk berinvestasi di Indonesia, mengingat keberhasilan Turki dalam mengelola investasi melalui skema Public-Private Partnership (PPP), di antaranya pembangunan bandar udara terbesar di dunia “Istanbul New Airport” yang memiliki enam runway dan daya tampung 500 pesawat.