Pengertian Batubara Rom Versi Pengusaha Tjandra Limanjaya

Dalam dunia tambang batubara, berbagai istilah perlu dipahami dengan baik oleh para pekerjanya. Istilah-istilah ini memang kerap membingungkan, terutama bagi pekerja yang belum memiliki pengalaman dan jam kerja yang cukup. Salah satu istilah yang kerap dibingungkan adalah istilah batubara ROM, ROM Area, dan ROM Management.

Apa Itu Batubara Rom Menurut Tjandra Limanjaya?

Tjandra Limanjaya seorang pengusaha sekaligus investor di berbagai bidang memahami permasalahan yang ada mengenai pergeseran istilah batubara ROM. Ia menegaskan bahwa batubara ROM dan ROM memiliki makna yang berbeda. Tidak bisa dicampuradukkan layaknya bubur dan topingnya.

Secara umum, ROM merupakan akronim dari Run of Mine. Beberapa pekerja yang berkutat di bidang tambang batubara menganggap bahwa batubara ROM adalah tempat penyimpanan sementara batu bara. Istilah ini sebenarnya tidak sepenuhnya salah, namun juga sedikit kurang tepat.

Batubara ROM sendiri diartikan sebagai jenis batubara yang belum sepenuhnya tersaring alias masih campur aduk. Bahkan jenis batubara ROM masih membutuhkan penghancuran, penyaringan, dan sejumlah proses lain.

Batubara ROM

Batubara ROM yang ditampung di tempat penampungan (youtube)

Sebagai informasi tambahan, dalam situs slideshare.net dikatakan bahwa batubara ROM adalah batubara hasil penambangan yang belum mengalami proses lebih lanjut. Artinya, jenis batubara ini masih membutuhkan penyaringan, penghancuran, pemilihan, dan sebagainya.

Batubara ROM diangkut dari tambang menuju pabrik persiapan pengolahan batubara untuk diolah. Namun sebelum diolah, batubara ROM ditempatkan di ROM Area (tempat penampungan sementara). Batubara ROM biasanya memiliki ukuran besar yang kadang bercampur dengan lumut, atau mineral lain.

Terkait ROM Area, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi untuk membangun tempat penampungan ini. Kriteria pertama adalah kapasitas penyimpanan batubara. Jika batubara ROM yang akan ditampung banyak, tentu lahan yang dibutuhkan semakin besar pula.

Kriteria kedua adalah dengan memperhatikan banyaknya jenis produk yang akan dipisahkan di ROM Area.  Semakin banyak jumlah produk yang akan dipisahkan, maka semakin besar pula area yang diperlukan.

Kriteria ketiga adalah fasilitas penumpukan dan pemuatan alat. Sebelum membangun ROM Area, pertimbangkan fasilitas dan alat yang akan digunakan. Pasalnya, alat dan fasilitas yang diterapkan pada ROM Area untuk menumpuk batubara ROM akan berpengaruh pada ukuran dan bentuk ROM Area.

Selain batubara ROM dan ROM Area, ada pula istilah ROM Management, yaitu prosedur yang mengatur pengaturan kuantitas, pengaturan kualitas, dan aturan penumpukan batubara. Langkah ini dilakukan untuk memaksimalkan kualitas batubara ROM, sehingga kuantitas maupun kualitas batubara jauh lebih baik.