Kebutuhan Investasi Energi Hijau: Indonesia Perlu Rp340 Triliun per Tahun untuk Transisi Energi
Indonesia menghadapi tantangan besar dalam mempercepat transisi menuju energi hijau untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Menurut Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Eddy Soeparno menjelaskan Indonesia membutuhkan investasi sebesar US$19 miliar atau sekitar Rp340 triliun setiap tahunnya selama 10 tahun ke depan. Lalu bagaimana kebutuhan investasi energi hijau?
Investasi besar itu diperlukan untuk mengejar target pembangunan infrastruktur Energi Baru Terbarukan (EBT) yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Eddy Soeparno menjelaskan bahwa dana sebesar Rp340 triliun per tahun sangat penting untuk mempercepat pembangunan sektor energi hijau dan mencegah dampak negatif dari krisis iklim. Kebutuhan dana tersebut sejalan dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034, di mana Indonesia berencana menambah kapasitas pembangkit listrik secara masif, dengan mayoritas porsinya berasal dari EBT.
Kebutuhan Investasi Energi Hijau: Pembangunan Infrastruktur dan Dampak Ekonomi Positif
Salah satu tujuan utama dari investasi ini adalah pembangunan 70 Giga Watt (GW) pembangkit listrik baru hingga tahun 2034, dengan 52 GW di antaranya akan bersumber dari energi baru terbarukan. Proyek tersebut diharapkan tidak hanya membantu dalam transisi energi, tetapi juga memberikan dampak berganda terhadap perekonomian nasional.
Sektor energi hijau diperkirakan akan menciptakan hampir 1,7 juta lapangan pekerjaan baru serta memberikan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia melalui pengembangan ekonomi karbon.
Selain itu, adanya Perpres 110 tahun 2025 yang mendukung ekonomi karbon juga membuka peluang bagi Indonesia untuk bergerak lebih cepat dalam menciptakan ekonomi hijau yang berkelanjutan.
Transisi menuju energi hijau di Indonesia membutuhkan investasi besar yang mencapai Rp340 triliun setiap tahunnya.
Dengan target pembangunan infrastruktur EBT yang ambisius, Indonesia memiliki peluang untuk tidak hanya memperbaiki ketergantungan energi fosil, tetapi juga meningkatkan perekonomian melalui penciptaan lapangan pekerjaan dan pengembangan ekonomi karbon. Dalam perlombaan transisi energi global, Indonesia harus bergerak cepat agar tidak tertinggal.
Demikian informasi seputar kebutuhan investasi energi hijau. Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di Sahabatsinergi.Com.