Perbedaan PLTB Sidrap dengan PLTB Jeneponto

Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Jeneponto akan selesai pada pertengahan tahun 2018. Pembangunan PLTB berada di Desa Lengke-lengkese, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto. Di lokasi tersebut sudah disediakan pondasi serta tiang untuk turbin yang didatangkan dari Makassar.
Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agung Pribadi mengungkapkan jika pembangunan fisik PLTB akan selesai sekitar bukan Juli atau Agustus mendatang. Sedangkan untuk Commercial Operation Date (COD) dilakukan setelah adanya persiapan dalam mengintegrasikan listrik yang dihasilkan PLTB ke jaringan PLN.

General Manager Business Development Bena Energy, Harry Miarsono juga mengungkapkan hal yang sama jia persiapan sistem integrasi harus sudah siap terlebih dahulu.
Jika sudah selesai, PLBT Tolo-1 berkapasitas 72 MW akan menjadi pembangkit tenaga listrik yang mampu memberikan kapasitas sebesar 72 MW. Kapasitas tersebut merupakan yang terbesar kedua di Indonesia setelah PLTB Sidrap yang memapu menghasilkan 75 MW.


Meski kapasitasnya berada di bawah PLTB Sidrap, namun infrastruktur per tower PLTB Tolo-1 merupakan yang terbesar dengan menggunakan 20 turbin angin dengan kapasitas 3,6 MW per turbinnya.
Tinggi menara PLTB Jeneponto mencapai 138 meter dengan diameter kincir mencapai 64 meter. Sedangkan untuk PLTB Sidrap sendiri hanya memiliki ketinggian 80 meter dengan diameter 56 meter. Untuk PLTB Sidrap ada sekitar 30 turbin dengan masing masing berkpasitas 2,5 MW.

PLTB Tolo-1 dihasilkan dari kecepatan angin sebesar 6-8 m/s dan merupakan potensi anggin cukup besar untuk dikembangkan secara komersial. Pembangkit tenaga angin ini nantinya akan terkoneksi dengan jaringan transmisi sebesar 150 KV. Terdapat 4 dari 10 tower transmisi 150 KV sudah siap beroperasi dan akan dikoneksikan melalui Gardu Induk jeneponto.

Penandatangan jual-beli diteken oleh PLN bersama dengan PT. Enegeri Bayu Jeneponto pada 16 November 2016 silam. Berdasarkan penandatanganan jual bel atau Power purchase Agrement tersebut, proyek akan COD pada 14 November 2019.

Dibangunnya PLTB Tolo-1 adalah untuk melengkapi PLTB Sidrap dalam memenuhi kebutuhan energi terbarukan di Indonesia. Selain itu, dibangunnya kedua PLTB tersebut juga untuk memenuhi kebutuhan listrik di Sulawesi Selatan.