Pelabuhan Celukan Bawang Bali Akan Berstandar International

Pelabuhan Celukan Bawang Bali merupakan salah satu pelabuhan di Bali Utara yang akan direncakan memiliki standar internasional. Hal ini diungkapkan Calon Gubernur Bali, Wayan Koster dan Cawagun Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati saat melakukan kampanye di Desa Pakraman Alasangker, Buleleng.

Meski sudah dilakukan pengembangan sebagai pelabuhan untuk bersandar kapal pesiar besar, namun nantinya Pelabuhan Celukan Bawang Bali butuh ditingkatkan dengan standar internasional, salah satunya adalah dengan meningkatkan pelayanan serta fasilitas yang ada.

Saat ini, pelabuhan dengan standar internasional hanya Pelabuan Benoa yang berada di Bali Selatan. Sedangkan untuk Bali Utara belum ada, sehingga Pelabuhan Celukan Bawang yang sudah ada cocok untuk ditingkatkan menjadi pelabuhan internasional.

Pelabuhan Celukan Bawang Bali

Wilayah Bali Utara memang sedang dilakukan pengembangan di sektor pariwisata. Untuk mendukung pertumbuhan pariwisata maka infrastruktur yang ada harus memadai. Saat ini sudah banyak kapal pesiar yang berlabuh di Celukan Bawang. Seperti beberapa lalu kapal pesiar bernama Azamara Journey bersandar di Pelabuhan Celukan Bawang Bali.

Kapal pesiar tersebut membawa sekitar 617 wisatawan asing dari berbagai negara di Eropa. Para wisatawan kemudian melakukan kunjungan wisata ke berbagai objek wisata di Buleleng.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Buleleng I Nyoman Sutrisna, pihaknya telah menyiapkan belasan bus untuk membawa para wisatawan ke berbagai destinasi wisata menarik di Buleleng. Objek wisata yang dikunjungi adalah Puri Gede, Museum Gede Kertya, Wihara, Munduk, Gigit dan Labuhan Lalang atau Teluk Brumbu, dan Pulau Menjangan.

Selain menyediakan bus, pihaknya juga menyambut para wisatawan asing dengan menampilan tarian tradisional Bali. Menurutnya, saat menuruni tanggal kapal pesiar, para turis cukup antusias melihat sambutan tarian tradisional tersebut.

Kedepannya diharapkan kapal pesiar besar dapat berlabuh di Pelabuhan Celukan Bawang Bali. Diperkirakan tahun 2018 ini ada sekitar 18 kapal pesiar besar yang akan datang ke Indonesia. Kapal pesiar besar tersebut mampu membawa lebih dari 2.500 wisatawan asing. Dengan kedatangan wisatawan tersebut tentu akan membangkitkan perekonomian di wilayah Bali Utara dan sekitarnya.