Transformasi Energi: Potensi Investasi Energi Surya di Asia Tenggara Bakal Moncer!

Di tengah dominasi bahan bakar fosil di sektor energi Asia Tenggara, investasi energi surya mulai menunjukkan potensi besar sebagai alternatif bersih dan berkelanjutan. Saat ini, kontribusi energi terbarukan hanya mencapai 14,2%, dengan energi surya tetap belum dimanfaatkan secara optimal di sebagian besar wilayah.

Vietnam menjadi pionir dengan mencatatkan 20,5% dari total energi terbarukan dari surya, sementara Indonesia, sebagai negara terpadat di kawasan ini, masih tertinggal jauh dengan kontribusi kurang dari 1%.

Kendati demikian, potensi energi surya di Indonesia cukup besar, terutama di wilayah terpencil yang sulit dijangkau oleh jaringan listrik nasional.

Helen Wong, Managing Partner di AC Ventures, menyoroti pentingnya investasi energi surya di Indonesia. Dalam konteks ini, pemerintah Indonesia bersama International Partners Group (IPG) meluncurkan Kemitraan Transisi Energi yang Adil Indonesia (JETP Indonesia). Langkah ini, diluncurkan di KTT G20 Bali, bertujuan untuk menggalang dana sebesar USD20 miliar guna mempercepat pengurangan emisi sektor energi.

“Indonesia telah merencanakan untuk mencapai 19%-21% energi terbarukan pada tahun 2030, dengan fokus utama pada pensiun dini pembangkit listrik batu bara,” kata Helen. Meskipun tantangan seperti subsidi bahan bakar fosil masih ada, langkah-langkah seperti JETP Indonesia menjadi dorongan positif bagi investor global.

Investasi energi surya Indonesia, sektor komersial dan industri menjadi pilihan paling menjanjikan. Perusahaan seperti Xurya, dalam portofolio AC Ventures, telah memimpin dengan kapasitas sekitar 200 megawatt untuk menyediakan energi bersih bagi perusahaan multinasional.

“Investasi dalam teknologi dan pembiayaan menjadi kunci sukses implementasi energi surya di Indonesia,” tambah Helen. Penggunaan teknologi seperti IoT untuk audit proyek energi terbarukan menjadi strategi penting dalam menarik pembiayaan yang dibutuhkan untuk proyek-proyek tersebut.

Dengan infrastruktur grid yang terus ditingkatkan, diharapkan bahwa Indonesia dapat memfasilitasi sumber energi yang lebih intermiten seperti surya. “Investor perlu mempertimbangkan strategi pembiayaan yang berkelanjutan dan memahami regulasi yang terkait,” lanjut Helen.

Menghadapi tantangan global perubahan iklim, investasi energi surya di Indonesia bukan hanya mendukung keberlanjutan lingkungan, tetapi juga membuka peluang baru dalam sektor energi regional.

Dengan dukungan yang tepat dari lembaga keuangan dan regulasi yang adaptif, Indonesia berpotensi menjadi pemimpin dalam transformasi energi di Asia Tenggara.

Demikian informasi seputar perkembangan investasi energi surya di Asia Tenggara. Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di Sahabatsinergi.Com.

You may also like...