Pengusaha Belanda Bakal Investasi Energi Terbarukan di Indonesia Capai Rp10,16 Triliun

Para pengusaha Belanda menunjukkan minat yang tinggi untuk berinvestasi energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia. Beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia, seperti PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero), aktif menjalin kerja sama dengan perusahaan dan investor Belanda untuk mengembangkan proyek-proyek EBT yang mencakup solar panel, hidrogen hijau, dan pembangkit listrik tenaga air.

Minister Counsellor Embassy of The Republic of Indonesia, Royhan Nevy Wahab mengungkapkan bahwa terdapat tiga proyek utama yang sedang dikerjakan oleh kedua BUMN tersebut dengan total nilai investasi energi baru terbarukan mencapai 585 juta euro atau sekitar Rp10,16 triliun.

“Jika proyek-proyek ini terealisasi, nilainya sangat besar, terutama bagi Indonesia,” ujar Royhan saat ditemui di KBRI Den Haag, Belanda.

Salah satu proyek unggulan yang sedang dikembangkan oleh Pertamina adalah kerja sama dengan Hyet Solar Netherlands BV (Hyet Solar) dalam bidang solar panel. Proyek ini bertujuan untuk mengembangkan manufaktur photovoltaic (PV) foil dengan nilai investasi tahap awal sebesar 225 juta euro.

Teknologi PV foil yang diusung, bernama Solar Powerfoil, merupakan film tipis dari lapisan sel surya berbahan silikon amorf dan mikro-kristal, yang efisien dalam pemasangan karena dapat dipasang di berbagai macam permukaan.

Selain solar panel, Pertamina juga tengah menjajaki kerja sama dengan investor Belanda dalam pengembangan hidrogen hijau di wilayah Banten dengan nilai investasi sekitar 350 juta euro. Proyek ini masih dalam tahap joint feasibility studies, namun diharapkan joint venture agreement dapat diselesaikan dalam waktu satu tahun ke depan.

PLN Dapat Investasi Energi Baru Terbarukan dari Belanda

Sementara itu, PLN juga sedang menjalin kerja sama dengan perusahaan Belanda untuk pengembangan pembangkit listrik tenaga hidro atau air di Indonesia melalui anak usahanya, PLN Nusantara Power. Nilai investasi dari proyek ini berkisar 10 juta euro, dan kedua pihak telah menyetujui isi dari joint venture MOU.

Royhan menambahkan bahwa seluruh kerja sama ini diharapkan dapat terealisasi, karena selain mendorong tercapainya transisi energi, juga memiliki nilai investasi yang besar sehingga dapat berdampak baik bagi perekonomian Indonesia.

“Ini adalah langkah penting untuk membantu pembangunan ekonomi tanpa harus membebani anggaran negara,” tutupnya.

Demikian informasi seputar investasi energi baru terbarukan dari perusahaan Belanda di Indonesia. Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di Sahabatsinergi.Com.

You may also like...